Archive for 2012

Mahaguru Spektakuler BIOGRAFI DUA GURU K.H. NOER ALIE: GURU MARZUKI DAN SYEKH ALI AL-MALIKI


Mahaguru Spektakuler
BIOGRAFI DUA GURU K.H. NOER ALIE:
GURU MARZUKI DAN SYEKH ALI AL-MALIKI


Oleh: H. Irfan Mas’ud, MA

الآ لن تنال العلم الاّ بستة     #      سأنبيك عن مجموعها ببيان
 ذكاء وحرص واصطبار وبلغة     #     وإرشاد أستاذ وطول زمان
            Pada edisi kreasi sebelumnya, telah dimuat profil KH. Noer Alie, sang Singa Karawang Bekasi. Sumbangsih dan dedikasihnya yang teramat besar khususnya dibidang pendidikan, membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati setiap orang yang mengenalnya, apalagi murid-muridnya. Mahaguru, mungkin itulah julukan dari kesekian julukan lainnya yang pantas disematkan pada beliau.
                Namun tetap saja, dunia ini hanyalah putaran dari sebab musabab. Kecerdasan dan kegigihan “si Belut Putih” -begitulah KH. Noer Alie kerap disebut- tak lepas dari pemilihan lingkungan dan pergaulan yang tepat. Di samping itu, orang-orang spektakuler yang menjadi gurunya pun memiliki pengaruh dan sumbangsih yang tak kalah besar terhadap kesuksesan beliau. Diantaranya adalah Guru Marzuki dan Syekh Ali maliki. Berikut kilasan biografi dan riwayat hidupnya:

·         K.H. AHMAD MARZUKI AL-BETAWI (1293 – 1353 H/1876 – 1934 M)

Nama lengkap beliau adalah “Ahmad Marzuki bin Syekh Ahmad al-Mirshad bin Khatib Sa’ad bin Abdul Rahman al-Batawi”. Ulama terkemuka asal Betawi yang bermazhab Syafi’i dan populer dengan sebutan Guru Marzuki. Ayahnya, Syekh Ahmad al-Mirshad, merupakan keturunan keempat dari kesultanan Melayu Patani di Thailand Selatan yang berhijrah ke Batavia. Guru Marzuki dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 1293 H/1876 M di Meester Cornelis, Batavia.

Masa Pertumbuhan dan Menuntut Ilmu

Pada saat berusia 9 tahun, Guru Marzuki ditinggal wafat ayahnya. Pengasuhannya pun beralih ke tangan ibunya yang dengan penuh kasih sayang membina sang putra dengan baik. Pada usia 12 tahun, Marzuki dikirim oleh sang ibu kepada seorang ahli fikih bernama Haji Anwar untuk memperdalam Al-Qur'ân dan ilmu-ilmu dasar bahasa Arab. Guru Marzuki kemudian melanjutkan pelajarannya mengaji kitab-kitab klasik (turats) dibawah bimbingan seorang ulama Betawi, Sayyid Usman bin Muhammad Banahsan. Melihat ketekunan dan kecerdasan Marzuki-muda, sang guru pun merekomendasikannya untuk berangkat ke Mekah al-Mukarramah guna menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu. Guru Marzuki yang saat itu berusia 16 tahun pun kemudian bermukim di Mekah selama 7 tahun.

Selama tidak kurang dari 7 tahun, hari-harinya di Tanah Suci dipergunakan Guru Marzuki dengan baik untuk beribadah dan menimba ilmu dari para ulama terkemuka di Haramain. Ulama Haramain yang sempat membimbing Guru Marzuki, antara lain: Syekh Muhammad Amin bin Ahmad Radhwan al-Madani (w. 1329 H.), Syekh Umar Bajunaid al-Hadhrami (w. 1354 H.), Syekh Abdul karim al-Daghistani, Syekh Mukhtar bin Atharid al-Bogori (w. 1349 H), Syekh Ahmad al-Khatib al-Minangkabawi (w. 1337 H.) dan lain-lain.

Ilmu yang dipelajarinya pun bermacam-macam, mulai dari nahwu, shorof, balaghah (ma‘ani, bayan dan badi‘), fikih, ushul fikih, hadits, mustholah hadits, tafsir, mantiq (logika), fara’idh, hingga ke ilmu falak (astronomi). Dalam bidang tasawuf, guru Marzuki memperoleh ijazah untuk menyebarkan tarekat al-‘Alawiyah dari Syekh Umar Syatta al-Bakri al-Dimyathi (w. 1331 H.) yang memperoleh silsilah sanad tarekatnya dari Syekh Ahmad Zaini Dahlan (w. 1304 H/1886 M.), Mufti Syafi’iyyah di Mekah al-Mukarramah.

Dalam disertasi doktoralnya di Fak. Darul Ulum, Cairo University (hal. 63 – 66), Daud Rasyid memasukkan Guru Marzuki sebagai salah seorang pakar hadits Indonesia yang sangat berjasa dalam penyebaran hadits-hadits nabi di Indonesia dan menjaga transmisi periwayatan sanadnya.

Sistem Mengajar dan Para Muridnya

Sesudah kembali ke tanah air, atas permintaan Sayid Usman Banahsan, Guru Marzuki mengajar di masjid Rawabangke selama 5 tahun, sebelum pindah dan menetap di Cipinang Muara. Di sinilah ia merintis berdirinya pesantren di tanah miliknya yang cukup luas. Santri yang mondok di sini memang tidak banyak, ditaksir sekitar 50 orang yang mayoritas datang dari wilayah utara dan timur Jakarta (termasuk Bekasi).

Guru Marzuki biasa mengajar muridnya sambil berjalan di kebun dan berburu bajing (tupai). Ke mana sang guru melangkah, ke sana pula para murid mengikutinya dalam formasi berkelompok. Setiap kelompok murid biasanya terdiri dari empat atau lima orang yang belajar kitab yang sama, satu orang di antaranya bertindak sebagai juru baca. Sang guru akan menjelaskan bacaan murid sambil berjalan. Setiap satu kelompok selesai belajar, kelompok lain yang belajar kitab lain lagi menyusul di belakang dan melakukan hal yang sama seperti kelompok sebelumnya.

Mengajar dengan cara duduk hanya dilakukan oleh Guru Marzuki untuk konsumsi masyarakat umum di masjid. Meskipun demikian, anak-anak santrinya lah yang secara bergiliran membacakan sebagian isi kitab untuk sang guru yang memberi penjelasan atas bacaan muridnya itu. Para juru baca itu kelak tumbuh menjadi ulama terpandang di kalangan masyarakat Betawi dan sebagian mereka membangun lembaga pendidikan yang tetap eksis sampai sekarang, seperti KH. Noer Alie (pendiri Pesantren Attaqwa, Bekasi), KH. Mukhtar Thabrani (pendiri Pesantren An-Nur, Bekasi), KH. Abdul malik (putra Guru Marzuki), KH. Zayadi (pendiri Perguruan Islam Az-Ziyadah, Klender), KH. Abdullah Syafi’i (pendiri Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Jatiwaringin) dan ulama-ulama lainnya. Selain KH. Abdul Malik (Guru Malik), putera-putera Guru marzuki yang lain juga menjadi tokoh-tokoh ulama, seperti KH. Moh. Baqir (Rawabangke), KH. Abdul Mu’thi (Buaran, Bekasi), KH. Abdul Ghofur (Jatibening, Bekasi).

Guru Marzuki dan Jaringan Ulama Betawi

Dalam kajian Abdul Aziz, MA., peneliti Litbang Depag dan LP3ES, Guru Marzuki termasuk eksponen dalam jaringan ulama Betawi yang sangat menonjol di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 bersama lima tokoh ulama Betawi lainnya, yaitu: KH. Moh. Mansur (Guru mansur) dari Jembatan Lima , KH. Abdul majid (Guru Majid) dari Pekojan , KH. Ahmad Khalid (Guru Khalid) dari Gongangdia , KH. Mahmud Romli (Guru mahmud) dari Menteng , dan KH. Abdul Mughni (Guru Mughni) dari Kuningan-Jakarta Selatan .

Guru Marzuki beserta kelima ulama terkemuka Betawi yang hidup sezaman ini memang berhasil melebarkan pengaruh keulamaan dan intelektualitas mereka yang menjangkau hampir seluruh wilayah Batavia (Jakarta dan sekitarnya). Jaringan keulamaan yang dikembangkan oleh “enam pendekar-ulama Betawi” hasil gemblengan ulama haramain inilah yang kelak menjadi salah satu pilar kekekuatan mereka sebagai kelompok ulama yang diakui masyarakat dan telah berjasa menelurkan para ulama terkemuka Betawi selanjutnya.

Wafatnya
Guru Marzuki —rahimahullah wa ardhahu— wafat pada hari Jumat, 25 Rajab 1353 H. Pemakaman beliau dihadiri oleh ribuan orang, baik dari kalangan Habaib, Ulama dan masyarakat Betawi pada umumnya, dengan shalat jenazah yang diimami oleh Habib Sayyid Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (w. 1388/1968) .

Di masa hidupnya, Guru Marzuki dikenal sebagai seorang ulama yang dermawan, tawadhu’, dan menghormati para ulama dan habaib. Beliau juga dikenal sebagai seorang sufi, da’i dan pendidik yang sangat mencintai ilmu dan peduli pada pemberdayaan masyarakat lemah; hari-hari beliau tidak lepas dari mengajar, berdakwah, mengkaji kitab-kitab dan berzikir kepada Allah swt. Salah satu biografi beliau ditulis oleh salah seorang puteranya, KH. Muhammad Baqir, dengan judul Fath Rabbil-Bâqî fî Manâqib al-Syaikh Ahmad al-Marzûqî.
·         
SYEKH MUHAMMAD ALI AL-MALIKI (1287 – 1367 H/1870 – 1948 M)

Nama lengkap beliau adalah “Muhammad Ali bin Husain bin Ibrahim bin Husain bin ‘Abid al-Makki al-Maliki, berasal dari keturunan Maroko yang lahir dan menetap di Mekah. Syekh Muhammad Ali al-Maliki dikenal sebagai “Mahaguru pada masanya” (Syaikh masyayikh ‘ashrihi), dan karena kepakarannya yang tak tertandingi dalam bidang gramatika bahasa Arab, dijuluki sebagai “Sibawaihi zamannya” (Sibawaihi zamânihi).

Syekh Al-Maliki dilahirkan di kota Mekah pada tahun 1287 H/1870 M dan meninggal di kota Tha’if pada tahun 1367 H/1948. Di antara guru-guru yang membekalinya ilmu-ilmu keagamaan dan tatabahasa Arab adalah saudaranya sendiri yang saat itu menjabat sebagai mufti mazhab Maliki di Mekah, Syekh Abid bin Husain al-Maliki (w. 1292 H) . Salah satu karyanya adalah “Tadrîb ath-Thullâb fi Qawâ‘id al-I‘râb”,.  Di samping menguasai fikih Maliki, beliau juga mendalami dan menguasai fikih Syafi’i di bawah bimbingan seorang faqih shufi, Syeikh Sayyid al-Bakri Syatta (lahir 1310 H), pengarang kitab I‘anah ath-Thalibin, sebuah kitab fikih Syafi’i yang menjadi buku daras di berbagai pesantren di Indonesia, termasuk di Pesantren Tinggi Attaqwa. Dan masih banyak ilimu-ilmu lainnya seperti ilmu hadis dan tashawuf,yang semakin membuatnya sangat layak untuk disebut dengan Mahaguru.

Setelah menamatkan pelajarannya di bawah bimbingan para ulama Haramain terkemuka di masanya, Syekh al-Maliki mendermakan ilmu dan hidupnya mengajar di Masjidil Haram dan Madrasah Darul Ulum, Mekah, yang didirikan oleh ulama-ulama haramain asal Melayu-Nusantara, dan menjabat sebagai pimpinan para syekh (Syaikhul Masyayikh) sejak pertama kali madrasah tersebut berdiri pada tahun 1933 . Kepakarannya di berbagai bidang ilmu-ilmu keislaman dan tata-bahasa Arab, menjadi magnet tersendiri bagi para pelajar Arab dan non-Arab —bahkan tidak sedikit yang sudah bergelar ulama— yang datang berguru kepadanya. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hampir seluruh ulama Hijaz dan para penuntut ilmu dari Melayu-Nusantara (yang mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan dan Brunei) yang menjadi muridnya. Salah satunya adalah Syekh Hasan al-Masysyat (w. 1399 H). Adapun murid-murid beliau yang berasal dari Indonesia, antara lain: Syekh Muhsin al-Musawa (w. 1354 H.) , “Enam Pendekar-Kiyai Betawi” (Guru Mansur, Guru Majid, Guru Romli, Guru Marzuki, dan Guru Mughni), Musnid ad-Dunya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (w. 1990) , KH. Noer Alie (w. 1992 M.) dan lain-lain.

Hubungan Syekh Ali Maliki dengan KH. Noer Alie

Hubungan K.H. Noer Ali dengan guru yang satu ini memang agak lebih istimewa dibandingkan dengan guru-gurunya yang lain di Haramain. Keistimewaan itu terlihat karena Guru Marzuki yang juga murid Syekh Ali al-Maliki, diduga kuat telah merekomendasikan KH. Noer Alie untuk melanjutkan pelajarannya langsung di bawah bimbingan Syekh al-Maliki yang pernah menjadi gurunya di Mekah.

Selain itu, keistimewaan Syekh al-Maliki bagi KH. Noer Alie juga terlihat dari beberapa ijazah hizb dan wirid yang didapatkannya langsung dari Syekh Ali al-Maliki. Ijazah (sertifikasi) wirid dan hizb ini menunjukkan inisiasi Syekh Ali al-Maliki dan para ulama di masanya pada tasawuf-sunni —lawan dari tasawuf falsafi— yang berupaya mengharmonisasikan antara aspek lahiriah-eksoteris (syariat) dan zuhud-esoteris (hakikat), suatu upaya yang kemudian diikuti dengan setia oleh murid-muridnya, termasuk KH. Noer Alie dan para murid beliau yang setia.

Wallâhu A‘lam.
Sunday, 2 September 2012

Universitas Al Azhar Tanta


kuliah tidak jauh berbeda dengan tempat kuliah yang berada di kairo, namun ada sedikit perbedaan tempat  saja, tempat perkuliahn di tanta dosen yang berada di depan dan para mahasiswa duduk dengan bangku yang berbentuk panjang. Dalam bemuamalah dengan para mahasiswa Mesir masih sangatlah baik, para mahasiswa Mesir yang sangatlah baik membantu para mahasiswa asing dalam menempuh belajar diMesir ini, karena mereka selalu memberikan informasi yang mereka dapat kepada para mahasiswa asing dan kita pun juga jangan terlalu malu untuk bertanya kepada para mahasiswa Mesir, karena jika kita baik kepada mereka kita pun akan mendapat perlakuan yang baik dari mereka.

DPD PPMI TANTA

Tanta sebagi salah satu tujuan para masisir untuk berkuliah di al azhar tanta memiliki wadah persatuan yaitu DPD PPMI Tanta yang telah eksis lebih dari 10 tahun.para mahasiswa tanta akrab dengan sebutan, Masita adalah singkatan dari mahasiswa tanta, maksudnya ialah para mahasiswa Indonesia yang berada di tanta, jumlah mahasiswa Indonesia yang berada di tanta pada saat ini berjumlah sekitar 131 orang, mereka berasal dari berbagi profinsi di Indonesia. Kantor secretariat DPD PPMI Tanta tidak terlalu jauh dari kuliah, yaitu berada di belakng kuliah tanta, yang berada di lantai lima, gedung tersbut diisi oleh para mahasiswa mesir dan juga disi oleh mahsiswa Indonesia.

DPD PPMI Tanta dalam memberikan pelayanan kepada masyaraktnya, memberikan program program yang mendidik kepada para mahasiswa tanta diantaranya ialah dengan mengadakan diskusi yang dilakukan setiap minggu tepatnya pada malam jumat slepas shalat magrib, yang di bebankan kepada dua badan otonom yaitu IMS dan IMU, forum diskusi ini dilakukan bergiliran antara fakultas Ushuludin dan Syarian setiap 2 minggu sekali. Dan kegiatn lainnya yaitu kegitan olah raga yang dilakukan setiap hari sabtu pagi yang bertempat di stadion tanta.

DPD PPMI Tanta dalam proses belajar, membrikan pula fasilitas belajar dengan Ustadz yang mengajr di kuliah Al Azhar Tanta, diantaranya ialah pengajian Hadits yang diisi oleh DR Abdullah nama kitabnya ialah Nuzhatul Muttaqin yang di laksanakan setiap senin malam selasa selepas salat isya, dan pengajian Fiqih oleh Ustadz Tohir Fakhron membaca kitab Fiqih Al bajuri yang dilaksankan setiap selepas ashar pada hari rabu.

KONDISI MASYARAKAT

Kebanyakan masyarakt tanta berada di wilayah suber bay, jarak antara rumah satu dengan yang lain tidaklah terlalu jauh, dan untuk memberikan informasi kepada kawan maupun untuk berziarah tidaklah terlalu sulit. Selain masyarkat yang tinggal di suber bay ada juga sebagian masyarakat yang berada di luar suber bay, yaitu di ma’rad, kubri qohafah, jumhuriyah, namun jumlah yang berada diluar tanta tidak sebanyak yang tinggal di Suber Bay.

Tempat tinggal yang dekat membuat rasa persaudaraan antar sesama orang Indonesia menjadi lebih akrab, rasa kekeluargaan masihlah terasa, terutama ketika diadakan acara yang bersifat besar para masyarkat tanta sangatlah antusias sekali dalam mengikuti acara yang diberikan ole DPD Tanta. Penduduk mesir yang berada di tanta sangatlah baik kepada masita, diantara salah satu kebaikan yang diberikan kepada masita ialah  di berikan sumbangan sembako yang diberikan setiap bulan kepda masita dan sembako ini sudah rutin dilkukan dari tahun- tahun sebelumnya, dan juga pemberian musaadah yang diberikan oleh Doctor Abdullah kepada masisir tanta pada bulan ramdhan yaitu dengan mengadakan buka bersama pada bualan Ramadhan dengan para mahasiswa asing yang berada di tanta.

Hubungan Baik Dengan Negara Tetangga

Dengan pergolakan yang memanas antara Indonesia dengan Malaysia tidaklah berpengaruh dengan hubungan perkawanan para masita dengan para mahasiswa asal Malaysia, persaudaraan masihlah tetap terus berjalan, dan para mahasiwa Malaysia pun ada diantara mereka yang masih memiliki hubungan persaudaraan dengan Indonesia, karena diantaram mereka ada yang masih berketurunan dari suku yang ada di Indonesia, diantaranya ialah suku jawa, suku bugis, dan lainnya.

Jumlah mahasiwa Malaysia yang menetap di tanta melebihi jumlah masita, mereka pada saat ini berjumlah sekitar 600 orang, yang berasal dari negeri yang berada di Malaysia. Mereka terkumpul dalam wadah PMRAM, kantor secretariat mereka berada di kawasan ma’rod, ditempat tersebutlah mereka mengadakan kegiatan kegiatan yang bersifat akademik dan juga pengajian pengajian.

Para  pelajar Malaysia yang berada di tanta kebanyakan diantara mereka ada  bermukim di kawasan suber bay, para pelajar Malaysia ada diantara mereka yang tinggal di imaroh yang berpenghuni seluruh pelajar Malaysia, dan sebagian yang lain tersebar tinggal di kawasan kota tanta, seperti di ma’rod kubri qohafah, jumhuriah, tanta scan dan sayyid nawi. Dengan populasi meraka yang banyak mereka pun tersebar di daerah- daerah tersebut, dan ada pula sebagian mahasiswa mahasiswi mereka yang berkuliah di kuliah kedokteran yang berada di tanta.

Selain mahasiswa Malaysia ada juga mahasiswa dari Thailand, namun jumlah merka tidaklah sebnayak jumlah mahasiwa Indonesia dan juga mahasiswa Thailand, sebagian mereka menetap tinggal dikairo, suasana persaudaraan begitu tersa ketika bulan puasa tiba, berbaurnya mahasiswa Indonesia , Malaysia dan Thailand sangatlah tersa persaudaraan sesama muslim.

Korikaawati Unjuk Kebolehan dalam Festival Qasidah


Setiap tahunnya, Korikaawati yang merupakan kepanjangan dari Korps Ikatan Keluarga Alumni Attaqwa Puteri mengadakan acara besar sebagai ajang silaturahmi alumni pondok pesantren Attaqwa Pusat Puteri. Pada tahun ini, ada dua acara besar yang disiapkan Korikaawati. Kepanitiaan kali ini dipercayakan kepada alumni tahun 1983 (Ustazh. Hh. Nuri'nayah dan kawan-kawan).

Acara besar pertama adalah festival qasidah. Pada tahun lalu, festival qasidah diadakan secara bersamaan dengan acara temu alumni dan maulid Korikaawati. Namun, pada tahun ini acara yang dihandle oleh Ustazh. Hj. Nurhayati, SH ini dibedakan menjadi dua bagian antara festival dengan maulid, tepatnya sebelum acara inti pada tanggal 3 Mei 2009 setelahnya.

Acara ini berlangsung selama dua hari, terhitung dari hari Sabtu, 25 April 2009 yang merupakan pembukaan acara tersebut, hingga ditutup pada hari Minggu, 26 April 2009 dan bertempat di gedung Auditorium Pondok Pesantren Attaqwa Puteri. Dan untuk para pemenang, akan diumumkan pada acara temu alumni dan maulid Korikaawati di Jatiluhur nanti.

Festival qasidah pada hari pertama disambut dengan antusias oleh para alumni yang mengustus para andalannya untuk mewakili setiap angkatan. Tentunya utusan yang dipilih adalah para ahli dalam memainkan rebana. Setiap angkatan, dimulai dari angkatan termuda hingga yang tertua tak mau kalah menunjukkan kepiawaiannya memainkan rebana. Semuanya berusaha menampilkan yang terbaik dalam aksi tabuh rebananya.

Acara besar kedua adalah temu kangen alumni dan maulid Korikaawati yang berlangsung pada hari Minggu, 3 Mei 2009 di Taman Wisata Graha Tirta Jatiluhur, Purwakarta. Ketua panitia dipercayakan kepada Ustazh. Hh. Nur'inayah.

Keberangkatan menuju lokasi acara, dibagi menjadi dua tempat berkumpul. Tempat pertama adalah Pondok Pesantren Attaqwa Putra, dan yang kedua bertempat di Islamic Centre, Bekasi. Rombongan bersama-sama berangkat menuju lokasi Pada pukul 08.00 WIB dan tiba pukul 10.00 WIB.
Selain para alumni Attaqwa Putri, acara ini pun dihadiri oleh para Ibu Majelis taklim dari seluruh penjuru mushalla Ujungharapan yang tergabung dalam Majelis taklim Rusydatul Ummah.

Acara dimulai dengan pembukaan, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan maulid  yang diiringi tabuhan rebana. Kemudian sambutan oleh Ustzh. Hh. Atiqah Noer Ali, MA sekaligus mengumumkan para pemenang Festival qasidah antar alumni. Pada saat itu, para pemenang festival qasidah pun diumumkan. Terlihat ketegangan para peserta mendengar pengumuman tersebut. Para pemenang dibagi mejadi dua kategori, kategori Senior dan junior. Kategori senior dimulai dari angkatan tahun pertama hingga angkatan 1990. Sedangkan kategori junior dimulai dari angkatan 1991 sampai angkatan 2008.

Pemenang kategori Senior:
Juara 1                        : Angkatan 1988 (Ustazh. Nurussa'adah)
Juara 2                        : Angkatan 1984 (Ustazh. Ani Kholid)
Juara 3                        : Angkatan 1980 (Ustazh. Abidah)
Harapan 1       : Angkatan 1989 (Ustazh. Yayah Shobariah)
Harapan 2       : Angkatan 1982 (Ustazh. Wardah Khoir)
Harapan 3       : Angkatan 1987 (Ustazh. Ni'mah)

Pemenang kategori Junior:
Juara 1                        : Angkatan 1991 (Mutmainnah Ma'ruf)
Juara 2                        : Angkatan 2003 (Nurseha & Yayah Fajriah)
Juara 3                        : Angkatan 1996 (Ustazh. Ika Barkah)
Harapan 1       : Angkatan 1992 (Ustazh. Rifqiyati Mas'ud)
Harapan 2       : Angkatan 2001 (Nuryati & Fatimatuzzahrah)
Harapan 3       : Angkatan 1990 (Nihayah Sanif)
Setelah istirahat sejenak untuk shalat dzuhur, acara dilanjutkan dengan lomba-lomba yang disiapkan panitia untuk menghibur para hadirin, diantaranya lomba meniup balon. Ada perlombaan yang paling unik, yaitu lomba pantun. Setiap peserta menyampaikan pantunnya dan akan dibalas oleh peserta lain. Peserta akan dianggap kalah jika tidak bisa membalas pantun yang diajukan.

Acara ini berlangsung cukup meriah hingga setiap peserta merasa terhibur dan rindu kebersamaan di pondok tercinta itu pun terobati. "Acaranya cukup ramai, meskipun saya tidak merasakan lagi serunya lomba tarik tambang, lomba bakiyak dan lomba I'rab kitab seperti pada tahun yang lalu, namun semua itu terbayar dengan melihat senyum para guru yang terukir indah di balut teduh wajah beliau". Ungkap puitis Ika Komariah, Alaumni 2007 melihat para guru yang bersuka ria.

Pramuka Attaqwa Ikut serta di PERKASA II


Kepramukaan Pondok Pesantren Attaqwa Putra dipercayakan kembali menjadi salah satu utusan kab. Bekasi untuk kontingen Jawa Barat dalam rangka Perkemahan Pramuka santri Nusantara yang digelar di Bumi Perkemahan H. Mashudi atau lebih dikenal dengan Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jati Nangor Sumedang Jawa Barat,  yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 20 Juni 2009 yang diikuti oleh 6.000 santri dari 800 pesantren se-Indonesia, ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama dilaksanakan tanggal 11 hingga 14 September 2006, di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Event tingkat Nasional ini merupakan kerjasama antara Departemen Agama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Gugus depan kepramukaan Pondok Pesantren Attaqwa Putra dalam kegiatan Perkasa II ini mengirim satu sangga dan satu Pembina pendamping A. Sofyan, S. Sos. Adapun anggota sangganya adalah sebagai berikut: Eko Apriyanto, A. Daud, A. Syauqie Muharrom,  Imaduddin, Khotibul Umam, Minfadillah, A. Said Mubarok,  A. Hannani, Mahfudz, Radhitya Okvien.

Kegiatan Perkasa II ini dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (15/6). dalam sambutannya beliau mengatakan, Gerakan Pramuka di pondok pesantren perlu didukung oleh semua pihak sebagai bagian dari revitalisasi Gerakan Pramuka Nasional. 


"Pramuka Santri punya potensi dalam membangun karakter bangsa Indonesia serta mendukung terciptanya SDM yang tangguh, berdaya saing dan mempunyai keimanan dan ketakwaan yang kuat," kata Yudhoyono.


Tema perkemahan ini adalah Pramuka Santri Indonesia bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika. Adapun mottonya yaitu Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan.

Tema dan motto tersebut mengindikasikan bahwa Perkemahan Santri Nusantara berorientasi menghasilkan kaum santri yang tinggi semangat kebangsaannya, kokoh ikatan persatuan dan kesatuan indonesianya, serta tidak tergoyahkan tekad bela negaranya. Hal ini sejalan pula dengan revitalisasi gerakan pramuka yang dicanangkan presiden RI pada 14 Agustus 2006.

Itulah sebabnya pula, tidak hanya pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada kegiatan perkemahan ini. Kegiatan-kegiatan yang diagendakannya meliputi: pengenalan ilmu dan teknologi, pengenalan ilmu kesakaan, uji petualangan, teknik kepramukaan, dan pembekalan keterampilan.


Menteri Agama M Maftuh Basyuni menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 di Bumi Perkemahan Kiarapayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jabar, Sabtu (20/6). 


Penutupan kegiatan perkemahan ini ditandai dengan penanggalan lencana peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 serta pencabutan kapak Bhinneka Tunggal Ika.



Menteri Agama dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan Pramuka Santri di pondok-pondok pesantren di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menag menginstruksikan seluruh jajaran Kanwil Depag di daerah untuk menggarap dan mendorong optimalisasi Pramuka Santri sebagai salah satu potensi dalam meningkatkan peran sosial pesantren. 


"Perkemahan Pramuka Santri merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen membangun nilai patriotisme dan etos kerja yang tinggi namun tetap mengusung kesederhanaan," kata Maftuh Basyuni.

Prestasi yang diraih Pramuka Pon-Pes Attaqwa Putra adalah mendapatkan Juara 1 lomba MADING adapun prestasi yang dicapai dari Perkemahan Santri Nusantara 2009 antara lain pemecahan Rekor MURI kategori parade semaphore dengan peserta terbanyak (5.000 orang) serta tereksposnya seni dan budaya khas daerah. Selain itu, juga dilakukan penanaman 113 jenis pohon khas daerah yang dilakukan di Taman Bhinneka Tunggal Ika di kompleks Perkemahan Kiarapayung Jatinangor.

Contoh Format Akte Terbaru Peraturan Kemenlu RI (Terjemah Tidak Resmi)

Tuesday, 28 August 2012

Pendaftaran Mahasiswa Baru Beasiswa al-Azhar

Pendaftaran Mahasiswa Baru Univ. Al-Azhar
Tanggal : 16/08/2012 10:41:00 Sumber : Kelembagaan


(Konten membutuhkan aplikasi javascript, jika komputer anda tidak support, silakan klik pada judul surat)

Surat Direktur Pendidikan Tinggi Islam
 
 

Lampiran 1

 


Lampiran 2

 

Sumber: Ditpertais
Thursday, 16 August 2012

Mengenal Ummahat al-Mu’minin (Istri-istri Rasul)


Rasulullah memiliki sebelas orang istri, dalam pendapat lain dua belas, yang kesemua pernikahannya adalah wahyu dari Allah melalui perantara Jibril as. Beberapa di antaranya meninggalkan Rasulullah lebih dahulu, dan beberapa lagi wafat setelah kepergian Rasulullah saw.

Berikut 9 orang istri yang ditinggalkan olehnya:

1-      Sayyidah Aisyah bint Abu Bakar al-Shiddiq.
Dinikahi pada bulan Syawal tahun ke-12 kenabian, menurut sebuah riwayat pada waktu itu Aisyah berumur 7 tahun, dan tinggal bersamanya pada umur Sembilan tahun, tepatnya di bulan Syawwal, delapanbelas bulan setelah hijrah. Meninggal pada tahun ke 56 (57/58?) H. mendekati umur 67. Disalatkan oleh Abu Hurairah, dan dimakamkan di Baqi pada malam hari sesuai dengan wasiatnya,

2-      Hafsah bint Umar al-Faruq
Dinikahi pada bulan Sya’ban sekitar bulan ke-30 setelah hijrah. Seorang istri yang pernah diceraikan oleh Rasulullah saw karena telah membuka rahasianya kepada Aisyah. Namun Rasul kembali merujuknya atas perintah Jibril, dan mengabarkan kepadanya bahwa Hafsah adalah istri Rasulullah di surge.

3-      Saudah bint Zam’ah
Salah seorang peremuan yang berhijrah ke Habasyah pada gelombang kedua. Lalu dinikahi oleh Rasulullah pada tahun ke-10 kenabian, dan diwafatkan di akhir pemerintahan khalifah Umar menurut riwayat yang masyhur.

4-      Shafiyah bint Huyai bin Akhtab
seorang tawanan perang dari Bani Nadhir, sekutu Bani Quraizhah saat perang Khaibar. Ayahnya adalah pimpinan Bani Nadhir, dan memiliki nasab hingga ke nabi Khidir. Maka rassulullah memilihnya untuk menjadi tawanannya. Kemudian dibebaskan, dan dijadikan pembebasannya sebagai mahar pernikahannya. Umurnya saat itu sekitar 17 tahun. Wafat pada tahun ke 50 (51?) H, pada masa pemerintahan Muawiyah, dan dimakmkan di Baqi.

5-      Maimunah bint Harits
Namanya Barrah, lalu diganti oleh Rasulullah menjadi Maimunah. Dinikahi pada bulan Syawwal tahun ke-7 H, saat Rasulullah melaksanakan umrah qadha. Diwafatkan dan dimakamkan di Sarif, sebuah tempat dekat Tan’im, pada tahun 51 (66?) H, dan umurnya saat itu sekitar 80 tahun. Maimunah adalah istri rasulullah yang terakhir kali dinikahi, dan yang terakhir pula diwafatkan.

6-      Ummu Habibah Ramlah bint Abu Sufyan Sakhr bin Harb
Hijrah bersama suaminya, Abdullah bin Jahsy, ke Habasyah pada hijrah yang kedua. Dari suaminya Abdullah dikaruniai seorang putri, Habibah. Di Habasyah, Abdullah bin Jahsy menjadi Nasrani, dan Ramlah tetap pada keislamannya. Lalu Rasul mengutus Amr bin Umayyah kepada Nejus, dinikahkanlah Ramlah melalui Amr bin Umayyah dengan mahar 400 dinar, dan diwalikan oleh Khalid bin Said bin Ash sebagai pamannya. Wafat pada tahun 44 H.

7-      Ummu Salamah Hindun bint Abu Umayyah bin Mughiroh
Dinikahi pada akhir Syawwal tahun ke-4 H. Dan wafat pada pada masa kepemimpinan Yazid bin Muawiyah, dengan umur 48 tahun, dan dimakamkan di Baqi.

8-      Zainab bint Jahsy bint Umaimah
Anak dari bibi Rasulullah saw. Umaimah, bernama Barrah, kemudian dinamai oleh Rasulullah menjadi Zainab. Sebelum menikah dengan Rasul, Zainab adalah istri Zaid bin Tsabit, maula Rasul. Wafat pada tahun 20 H dengan umur sekitar 35 tahun, dan dimakamkan di Baqi.
Adapun Zainab bint khuzaimah yang dipanggil dengan Ummu Masakin (ibunya orang-orang miskin), dinikahi oleh Rasul pada tahun ke-3 H, sekitar dua atau tiga bulan sebelum wafat. Umurnya pada saat itu sekitar 30 tahun, dan dimakamkan di Baqi.

9-      Juwairiyah bint Harits
Bernama Barrah, lalu dinamakan oleh Rassulullah Juwairiyah.  Wafat di Madinah bulan Rabi al-Awwal tahun 56 H, dengan umur sekitar 70 tahun.

Klasifikasi Nasab para istri Rasulullah

Disepakati bahwa istri Rasulullah yang digaulinya sebagai istri dan tidak diceraikan berjumlah sebelas orang.

Enam orang dari suku Quraisy: Khadijah bint Khuwailid, Aisyah bint Abu Bakr, Hafsah bint Umar, Ummu Habibah bint Abu Sufyan, Ummu Salamah bint Abu Umayyah, dan Saudah bint Zam’ah.

Empat orang dari luar Quraisy: Zainab bint Jahsy, Maimunah bint Harits, Zainab bint Khuzaimah, dan Juwairiyah bint Harits.

Dan seorang dari keturunan Yahudi; Shofiyah bint Huyai al-Nadhiriyah

Wallahu a’lam!!....
Friday, 10 August 2012

Lima Macam Umat

Ada lima macam umat yang perlu diketahui, ulama, zuhhad, tentara, pemimpin, dan saudagar.

Ulama adalah pewaris para nabi
Zuhhad adalah para pemilik dunia
Tentara adalah para penolong Allah
Pemimpin adalah para pelindung makhluk Allah
Saudagar adalah orang-orang kepercayaan Allah

Jika ulama tamak pada dunia, siapa yang akan memberinya petunjuk?
Jika zuhhad telah munafik, siapa yang akan dia teladani?
Jjika para tentara berkhianat, kemenangan akan menjadi milik siapa?
Begitu juga para saudagar, jika mereka berkhianat, siapa yang akan dipercaya?
Dan, jika para pelindung makhluk Allah seperti srigala, pada siapa lagi perlindungan diamanahkan?


La haula wa la quwwata illa billah…
Thursday, 2 August 2012
Tag :

Dua Macam Jihad

Dikisahkan bahwa Izz bin Abd al-Salam berkata kepada Sultan Najm al-Din ketika menyambut kedatangannya, dan memintanya untuk melakukan genjatan senjata:
Jihad itu ada dua macam: macam yang pertama dengan perdebatan dan penjelasan, dan yang  kedua dengan senjata dan tombak atau panah.
Senjata orang yang berilmu adalah ilmu dan lidahnya, sebagaimana senjata seorang raja, yaitu pedang dan tombaknya. Maka tidak semestinya seorang raja menyarungkan kembali senjatanya, tidak juga bagi seorang alim untuk menyembunyikan lidahnya.

Hasil Tes lulus Beasiswa al-Azhar Mesir 2012 - 2013

Update: Informasi bagi para calon penerima beasiswa S1 al-Azhar tahun akademik 2012-2013. klik di sini
Wednesday, 18 July 2012

Angka Romawi

Siapa sih yang ngga kenal dengan angka romawi? Pastinya sudah dari kecil kita diajarkan bentuk-bentuk angka romawi. Bentuk angkanya ngga seperti angka yang kita kenal dalam angka Arab, maupun India. Melainkan berbentuk rangkaian hurup-hurup.

Bangsa Romawi telah lama menggunakan rumus angka berupa hurup dan menjadi sistim perhitungan di seluruh Eropa selama berabad abad sejak sebelum Miladiyah hingga akhir abad ke-6 Miladiyah, ketika bangsa sistim perhitungan yang digunakan oleh bangsa Arab mulai menyebar ke seantero jagad, karena rumus angka yang digunakan bangsa Arab untuk sistim perhitungan lebih mudah dibanding dengan rumus angka yang digunakan bangsa Romawi.

Namun bukan berarti rumus angka-angka Romawi tidak lagi digunakan dan dibiarkan berkarat atau hilang termakan oleh waktu. Bahkan, hingga kini masih banyak kita jumpai di buku-buku pada penomoran bab per bab, dan pasal per pasalnya. Atau juga bias kita temui pada penomoran jam, baik dinding maupun jam tangan. Meski sudah berlalu lebih dari 2000 tahun lamanya.

Angka Romawi memiliki 7 rumus dasar yang setiap rumusnya menunjukan angka-angka tertentu, yaitu: I = 1, V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000. Dan selanjtnya merupakan perpaduan dari hurup-hurup terssebut untuk menunjukan jumlah angka yang lainnya.

Penggunaan angka Romawi dimulai dari sebelah kiri ke kanan, dengan angka yang lebih besar di sebelah kiri, kemudian semakin ke kanan angkanya semakin mengecil. Contoh; 5555 = CDLV, dst.
Thursday, 5 July 2012

WAAG Present; Kompetisi Hifz dan Tilawah Quran Untuk Pelajar Asing


World Association for al-Azhar Graduates (WAAG) mengumumkan akan mengadakan Musabaqah Hifz dan Tilawah Quran untuk pelajar asing di al-Azhar.

 
Adapun jenis perlombaan sebagai berikut:

  • Hifz Quran 
  1. 30 Juz | Hadiah: 1000 EGP | Pemenang: 10 orang
  2. 22.5 Juz | Hadiah: 750 EGP | Pemenang: 10 orang
  3. 15 Juz | Hadiah: 500 EGP | Pemenang: 10 orang
  4. 7.5 Juz | Hadiah: 250 EGP | Pemenang: 10 orang

  • Tilawah Quran
Hadiah 250 EGP, diberikan kepada 5 orang pemenang.

Batas waktu dan tempat pendaftaran

Pendaftaran bertempat di kantor IAAI (Ikatan Alumni al-Azhar Internasional), Universitas al-Azhar 6th District, belakang  kantor rektorat. Batas akhir waktu pendaftaran tanggal 15 Juli 2012 / 25 Shaban 1433.

Informasi lebih lanjut silakan mendatangi kantor IAAI.


sumber: WAAG Azhar 




Disclaimer: IKPMA Mesir tidak ada hubungan kerjasama dengan panitia lomba, informasi dimuat berdasarkan keselarasan dengan visi memotivasi dan membuka kesempatan untuk para pelajar Indonesia di al-Azhar.

Sosok Dosen Teladan

Jam kedua pun tiba setelah istirahat dari muhadoroh pertama para mahasiswa al-Azhar pun kembali menuju kelas untuk mengikuti maddah (pelajaran) kedua walaupun suasananya  kurang kondusif tetapi dosen tetap memulai pelajaran tersebut. Materi yang disampaikan dosen ialah ulum al-Qur’an beliau pun menjelaskan dengan  kompherensif karena sudah menjadi ahlinya apalagi dosen yang mengajar di al-Azhar wajib doktoral yang menguasai bidangnya. Detik perdetik pun berlalu dengan cepat, dan sang dosen pun masih melaksanakan tugasnya untuk membagi ilmu kepada para mahasiswa, sebagian mahasiswa pun ada yang sudah tidak nyaman dengan waktu yang menurutnya sudah lama, akan tetapi beliau dengan sabar dan ikhlas menyampaikan materi  yang menurut beliau penting.
Memang sistem perkuliahan al-Azhar itu berbeda sekali dengan universitas lainya, dosen hanya menyampaikan materi dan mahasiswa hanya mendengarkan kemudian sebelum mengakhiri materi sang dosen memberikan sesi  tanya jawab, sangat berbeda seperti di Indonesia yang mana mahasiswanya melakukan presentasi di depan dosen dan sang dosen pun hanya menambahkan atau mengoreksi kesalahan mahasiswa yang melakukan presentasi. Mungkin hal ini yang membedakan antara Mesir dan Indonesia  dari segi pendidikan memang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, tetapi disisi lain ialah adanya perbedaan antara dosen Mesir dan Indonesia.
Sebelum mengakhiri, sang dosen pun memberikan sebuah soal yang di siapkan untuk ujian beberapa minggu setelahnya, mahasiswa pun sangat antusias dengan apa yang di berikan walaupun soal tersebut hanya sebagai latihan. Kuliah pun berakhir dengan habisnya pertanyaan tersebut. Para mahasiswa pun meninggalkan kelas tapi sebagian juga langsung menuju tempat dimana dosen menyampaikan mata kuliahnya yaitu di depan, tradisi ini sudah lama menjadi budaya di universitas al-Azhar tradisi yang baik dimana mahasiswa menanyakan langsung apa yang ia belum fahami dari materi tadi atau yang lainya  yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, sang dosen pun menjawab apa yang ditanyakan oleh para mahasiswa dengan sangat jelas hingga akhirnya sang dosen menyudahi jawaban-jawaban dari mahasiswa yang kiranya sudah di jawab. Sungguh sosok yang benar-benar pendidik tak hanya dalam jam kuliah menjawab bertubi-tubi pertanyaan dari mahasiswa, diluar jam pun rela mengorbankan waktunya untuk menjawab berbagai pertanyaan walaupun masih banyak kesibukan yang akan dilakukanya.
Masjid al-Azhar yang begitu indah dengan arsitektur klasiknya sebagai saksi ribuan bahkan jutaan sosok ulama yang pernah belajar di universitas tertua di dunia ini. Tengoklah beberapa alumninya Muhammad abduh seorang pemikir dan pembaru dalam Islam, dan yang sekarang cukup masyhur di dunia fatwa kontemporer ialah Dr.Yusuf Qardhawi, dibidang tafsir pun terlahir ulama sebesar Dr. Wahbah Zuhaili yang mengarang beberapa tafsir di era sekarang masih banyak lagi ribuan ulama yang terlahir di universitas yang penuh sejarah ini bahkan presiden Indonesia pun alumni dari universitas ini sebutlah ia  KH. Abdurrahman Wahid (Gus dur).
Sungguh bagaikan wadah yang melahirkan banyak mutiara. Di jalur  masjid ini pun sang dosen Ulum al-Quran pun akhirnya pulang menuju rumahnya karena jarak antara kampus dan masjid sangatlah dekat, dan juga lewat masjid ini terdapat  jalan langsung untuk menuju arah dimana rumah sang dosen. Kagum dan lagi-lagi terkejut dengan sosok dosen yang dijamin tanggungan ekonominya oleh lembaga sebesar al-Azhar dengan penuh kesederhanaan beliau pun memberhentikan sebuah taxi khas mesir yang berwarna hitam dan terdapat ranjang besi di atasnya taxi ini mungkin bisa dibilang ekonomis karena tidak memakai tarif kargo. Taxi ini memakai tarif dengan sistem tawar menawar antara supir dan pelanggan yang hendak naik, lagi-lagi sungguh dosen yang benar-benar ikhlas dalam menjalankan profesinya yang mulia yaitu sebagai pembimbing para calon ulama atau bisa disebut muallim yang mukhlis, bukan satu atau beberapa dosen saja yang memiliki sikap tawadhu seperti itu. Bahkan, suatu ketika dimana para mahasiswa berdesakkan di bus 80 coret yang biasa dipakai oleh sebagian mahasiswa al-Azhar untuk pergi ke kampus, tidak ada yang mengetahui bahwa sang duktur sapaan bagi dosen yang sudah menyelesaikan S3  di al-azhar. Dengan penuh rasa tawadhu beliau pun ikut berdesak-desakkan dengan para mahasiswa yang saat itu tengah berada di dalam bus. byIrfan Faqihudin.
Wednesday, 27 June 2012

Titik Penantian


Senin (6/2/12), Auditorium American Future sesak oleh Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir yang akrab disebut dengan Masisir. Sangat terlihat jelas kebahagiaan mereka saat itu, kehadiran seorang Bapak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir, Bpk. Nurfaizi Suandi, M.M. setelah menjalani penantian panjang, menanti kehadiran seorang leader yang didamba-dambakan, jiwa pemimpin yang dapat menjadi obat di saat berbagai macam penyakit melanda. Ya, pemimpin yang diharapkan keadilannya kelak.

“Di tangan Anda semua, masa depan Indonesia.” Ucap Bapak kelahiran magelang itu saat memberikan sambutan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir. Dari itu, Beliau sangat berpesan kepada kita agar tidak menyia-nyiakan keberadaan kita di sini, di Negeri para Nabi. Terlebih, tidak banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke Mesir atau negeri seberang lainnya. Para orangtua di Tanah Air yang menanti kepulangan anak-anaknya dengan bekal ilmu yang selama ini telah kalian timba. Serta dapat mengamalkannya pada masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Beliau pun menjelaskan tentang kelanjutan pembangunan asrama untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia yang bertempat di Sixth District  yang berlokasi tidak jauh dari asrama mahasiswa Mesir. Lokasi ini telah dirancang sedemikian rupa dengan tujuan, mahasiswa Indonesia dapat memiliki hubungan yang baik dengan mahasiswa pribumi.

Terbayang dari semua ucapan yang mengalir jernih dari lisannya, bapak yang memiliki riwayat pendidikan militer ini begitu bersemangat menyampaikan sambutan-sambutannya, tak jarang pula lantunan ayat suci Al-qur’an dan hadist mengalir lembut dari lisannya, yang mengajarkan kami untuk senantiasa bersyukur, dan terus bersyukur atas ni’mat yang selama ini Allah berikan kepada kita.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Beliau berjanji kepada masisir “Saya akan memberikan kontribusi yang terbaik kepada Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir. Serta membantu segala macam problematika WNI di Mesir.” Semoga apa yang beliau ucapkan dapat kita rasakan di dunia nyata, tidak hanya ucapan manis belaka.

“Jadilah rumput yang paling tinggi di antara padang rumput.” Ucapnya sebelum mengakhiri perbincangan hangat bersama masisir.  Sore 6/2/2012.

Demikian rangkaian kata demi kata yang telah disampaikan oleh Bapak. DUBES RI. Bpk. N urfaizi Suandi, M.M. yang diakhiri dengan riuh tepuk tangan penuh harap masisir, harapan yang besar dari seorang anak kepada Bapak. “Semoga Bpk. Dubes RI kita saat ini dapat lebih bersahabat dengan masisir dan memberikan semua yang menjadi hak Mahasiswa atau WNI di Mesir.” Ucap Bpk. Muhammad Syukron atau Wakil Presiden PPMI yang saat itu memoderatori acara Talk Show Perkenalan Duta Besar LBBP RI.
Thursday, 21 June 2012
Tag :

Hikmah 42

Kami semua benar-benar hening khusyu mendengarkan kata perkata yang keluar dari lisan guru yang amat sangat kami banggakan itu, khawatir ada satu atau dua kata yang terlewati oleh pendengaran.
Pagi itu tidak seperti biasanya,sama sekali tidak ada rasa kantuk apalagi bermalas-malasan. Seluruh Santri 3 Aliyah seakan berada di alam bawah sadar dengan telinga terpasang lebar-lebar. Tiupan angin sepoi-sepoi menemani keheningan pagi.

“ Setelah kalian lulus nanti jaga Iman kalian, “ ucap beliau dengan tatapan kosong sambil memainkan pelan pena di tangan kanannya.
 
“ Tantangan diluar nanti tidaklah mudah, jangan mudah terpengaruh dengan apapun. Apalagi banyaknya aliran-aliran yang sudah tidak lagi sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasulnya “ Beliau menghentikan pembicaraannya,kami semua tertunduk lesu, semakin hari bukanlah semakin kuat keinginan kami untuk lulus tetapi kekhawatiran dan langkah yang tidak ringan untuk meninggalkan Almamater ini.

“ Saya akan menceritakan sebuah kisah kepada kalian semua ... “ kamipun sibuk memperbaiki letak posisi duduk kami mendekat agar lebih jelas dapat mendengar suara beliau.
“ Asiikkk cerita uy “ bisik kholifah pelan sambil tersenyum
“ sttth ..  jangan berisik “ keluh maimunah tak mau diganggu.

“ Ada seorang santri cerdas dan rajin beribadah, sebut saja namanya Fatir. Prestasinya sudah tidak diragukan lagi, Karena prestasinya itu Fatir pun mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika “ ..

“ Lah kok Amerika guru, kenapa gak ke Mesir ?? “ celetuk Nadhira tanpa ragu. Kami spontan tertawa mendengar pertanyaan konyol itu.

“ Intelektualitas bahasa Inggrisnya jago makanya dapet beasiswa ke Amerika “ jawab guru kami sambil tersenyum

“ Terusin Guru .. “ Pinta kami penasaran

“ Bertahun-tahun ia belajar di Amerika sampai menyelesaikan study S2-nya disana. Setelah itu ia pun kembali ke tanah air dengan prestasi yang dikagumi banyak orang. Dan setibanya Fatir di tanah air Indonesia, ia pun mendatangi Almamaternya tempat ia menimba ilmu dulu.
Semua menyalami Fatir sambil mengucapkan selamat. Dicarinya Kiyai kebanggaannya. Sang Kiyai menyambutnya dengan penuh kehangatan. Setelah berbincang cukup lama, Fatirpun mengajukan sebuah pertanyaan,

‘ Pak Kiyai selama saya belajar di Amerika ada beberapa pertanyaan yang hingga sampai saat ini belum dapat saya temukan jawabannya, oleh karena itu saya ingin menanyakan kepada Pak Kiyai ‘
‘ Apa itu pertanyaannya Fatir ??? ‘

Fatirpun tanpa ragu menyampaikan pertanyaannya
‘ Ada 3  pertanyaan pak kiyai,
yang pertama : Setan itu terbuat dari api, Neraka pun tercipta dengan api. Lalu jika setan masuk kedalam api neraka berarti setan tidak merasakan sakitnya siksaan nereka itu sendiri, Dan sungguh Allah tidak adil akan hal ini pak Kiyai ‘
Sang kiyai hanya membalasnya dengan senyuman.
‘ Lalu apa pertanyaanmu selanjutnya ?? ‘

‘ pertanyaan saya yang kedua : Diantara sifat-sifat Allah adalah wujud yang berarti ada, namun dimana keberadaannya pak kiyai ??? tidak terlihat, apakah Allah itu benar-benar ada ??? ‘

‘ Dan apa pertanyaan terkahirmu ?? ‘ tanya pak kiyai dengan tenang

‘ Dan yang terkhir saya masih belum percaya dengan ketentuan takdir pak kiyai, Apakah kita harus meyakini keberadaan takdir baik dan buruk yang sama sekali keberadaannya masih samar ?? ‘
 Fatirpun mengakhiri pertanyaannya dengan tatapan penuh rasa ingin tahu “

“ Fatir fikirannya mulai melenceng Guru ..“ Vonis Neneng tanpa ragu.
Guru kami hanya menggeleng tersenyum melihat ekspresi raut wajah kami yang dihiasi dengan alis mengkerut.

“ Guru, apa jawaban pak Kiyainya ??? “ tanyaku menimpali
“ iya Guru ..... !!!! “ serentak semuanya mengiyakan pertanyaanku.

Guru kamipun meneruskan ceritanya sambil berdiri bangun dari duduknya.
“ Sang kiyai tidak menjawab sepatah katapun dari pertanyaan-pertanyaan Fatir. Namun Sang Kiyai hanya menjawabnya dengan tamparan kencang yang mendarat di pipi kiri Fatir . Fatirpun kaget dan protes atas perbuatan Kiyainya tersebut.

‘ kenapa pak kiyai menapar saya ??? ‘ tanya Fatir sambil memegang pipinya kesakitan.
‘ itulah jawaban dari semua pertanyaan kamu ‘ jawab pak kiyai singkat.
‘ apa maksud pak kiyai ‘ Fatir penasaran tidak terima

‘ Tangan saya terbuat dari tanah, pipi kaupun terbuat dari tanah pula, dan kau merasakan sakit bukan ??
maka sama halnya dengan setan yang disiksa di api neraka. Setanpun akan merasakan sakit meski sama-sama dari api.
Dan Allah sungguh adil’
Fatir tertunduk mengerti

‘ Lalu apa kau merasakan sakit ?? ‘ tanya sang Kiyai
‘ Sakit sangat pak kiyai ‘ jawabnya sambil megeluh
‘ Berikan rasa sakit sakit itu kepadaku ‘
namun Fatir menggeleng
 ‘ Ini hanya bisa dirasakan pak kiyai, tidak dapat diberikan berupa bentuk ‘ jawab Fatir yakin.

‘ Kamu benar sekali, begitu pula dengan keberadaan Allah.
Allah hanya dapat dirasakan kekuasaannya dan keagungan Rahmatnya, sementara itu tidak dapat dilihat bentuk parasnya’

Fatir tertunduk malu, dengan tatapan anak mata yang mulai beranak sungai.

‘ Dan aku bertanya padamu, apakah kau sebelumnya memiliki firasat bahwa aku akan menampar keras pipimu ?? ‘

Fatir menggeleng lesu.

‘ Karena itulah takdir, tidak ada satu orangpun yang dapat menduga sebelumnya pada ketentuannya ‘
Dan air mata Fatirpun mulai membuncah memeluk cium erat tangan pak Kiyai. “

“ Saya rasa kalian dapat mengambil pelajaran dari kisah Fatir tersebut “ ucap Guru kami mengakhiri.

“ TENG .. TENG .. “ bunyi bel berbunyi tepat setelah Guru mengakhiri pembicaraannya pertanda jam pelajaran telah berakhir dan dilanjutkan dengan pelajaran selanjutnya.

“ Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh “ Guru menyampaikan salamnya sambil berjalan keluar meninggalkan kelas.
Sementara kami masih dalam tatapan mata kosong dalam benak fikiran masing-masing .




Belajar Bahasa Korea : Percakapan Sehari-hari

Kali ini, dalam bahasan entri terbaru kita, saya akan berbagi kosa kata dalam bahasa korea latin, semoga kosa katanya bermanfaat bagi kalian.
 
Sistem penulisan bahasa Korea yang asli — disebut Hangul — merupakan sistem yang silabik dan fonetik. Aksara-aksara Sino-Korea (Hanja) juga digunakan untuk menulis bahasa Korea. Walaupun kata-kata yang paling umum digunakan merupakan Hangul, lebih dari 70% kosakata bahasa Korea terdiri dari kata-kata yang dibentuk dari Hanja atau diambil dari bahasa Mandarin.

Huruf ini dikenalkan oleh Raja Sejong pada abad ke-15, dikenal sebagai Hunmin Jeongeum. Namun istilah Hangul baru dikenal pada permulaan abad ke-20. Setelah Hangeul digunakan pun, Hanja masih tetap dipakai, sedang Hangeul dipakai oleh orang-orang tidak berpendidikan, wanita dan anak-anak.

Namun pada perkembangannya, Hangeul makin banyak digunakan bahkan pada abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, penggunaan Hangeul dan Hanja seimbang. Namun kini, Hanja hanya dijumpai pada tulisan-tulisan akademik dan resmi, sedangkan hampir semua papan nama, jalan, petunjuk, bahkan tulisan-tulisan informal ditulis dalam Hangeul.

Bahasa Korea pada dasarnya memiliki dialek-dialek yang saling bertalian satu sama lain. Setiap wilayah dapat memahami dialek lainnya, kecuali dialek Pulau Jeju yang dianggap kurang bisa dimengerti dari dialek-dialek provinsi lainnya.

Percakapan Sehari-hari

Ucapan waktu makan ( 식사할 ) “siksa halttae”
 
 Saat kita makan di warung Korea atau di Dapur umum ( siktang ) biasanya ada ucapan-ucapan seperti ini :

-맛있게 드세요 ( masitge deuseyo ) ” selamat menikmati ” .

- 먹겠습니다 ( jal meokgessseumnida ) ” terima kasih “. diucapkan untuk menyampaikan terima kasih sebelum makan, yang arti sebenarnya ” saya akan makan dengan nikmat “. namun bila ucapannya setelah makan, maka menggunakan istilah : 잘먹었습니다 ( jalmeogeossseumnida ) arti yang terkandung sama, yaitu ” terima kasih ” .

-Ketika kita makan, lalu ada orang lain datang, ucapannya adalah ” 식사 하세요 ” ( siksa haseyo ) artinya silahkan makan, dan biasanya jawabannya adalah : 많이 드세요( manhi deuseyo ) ” makanlah dengan banyak “.

Saat memberi ucapan selamat ( 축하할 ) “chukha halttae”
 
Sebenarnya banyak ucapan selamat dalam bahasa Korea, ucapan itu semua menggunakan kata …..축하 드립니다 ( chukha deurimnida ) atau 축하 합니다 ( chukha hamnida ) ” Selamat….. ” misalnya “ 생일 축하 합니다 ( saengil chukha hamnida ) selamat ulang tahun . 결혼 축하드려요 ( gyeolhon chukha deuriyeoyo ) ” selamat menikah ” dan masih banyak yang lain seseuai dengan situasinya. Untuk yang mau lebaran, bisa juga diucapkan ” 단식 축제 축하 합니다 ( dansik chukje il chukha hamnida ) ” selamat hari lebaran “.

Mengucapkan terima kasih ( 감사할 ) “kamsa halttae”

Ucapan untuk menyampaikan rasa terima kasih adalah 감사합니다(gamsahamnida ) ” terima kasih ” bisa juga 고맙습니다( gomapseumnida ) atau bisa lebih informal 고마워요 ( gomawoyo ). Kalau dengan teman sendiri atau yang lebih sedikit usianya bisa 고마워 ( gomaweo ) atau cukup 고맙다 ( gomapda ) .

Ucapan meminta maaf ( 사과할 ) “sagwa halttae”

Sedangkan bila kita melakukan kesalahan atau merasa perlu untuk meminta maaf diucapkan -죄송합니다 ( joesonghamnida ) atau 미안합니다 ( mianhamnida ) , sedang informalnya bisa cukup 미안해 ( mianhae ) .Untuk menjawabnya digunakan kata 괜찬습니다 ( gwaenchanseumnida ) ” Tidak apa-apa ” atau cukup 괜찬아.. ( gwaenchana. ) untuk informalnya.

Ucapan saat tahun baru ( 새해 인사 ) “sehe insa”

-새해복 많이 바드세요 (saehaebok manhi badeuseyo) ” selamat tahun baru ” dari artinya ” semoga engkau mendapatkan banyak kebahagiaan ditahun baru “. ini biasa diucapkan waktu tahun baru 1 januari atau tahun baru imlek. Sedang orang yang lebih tua mengucapkan “ 새해복 많이 받아..( saehaebok manhi bada ) kepada yang lebih muda sebagai jawabnya.

Ucapan Akhir pekan ( 주말 인사 )”jumal insa”

Saat akhir pekan kita sering ingin menyampaikan ucapan dalam bahasa Korea, maka bisa disampaikan : 주말 지내세요( jumal jal jinaeseyo ) atau -좋은 주말 보내세요. ( joheun jumal bonaeseyo ) ” selamat akhir pekan”.

Ucapan ketika di Toko ( 가게에 있을 ) “kage e isselttae”

Ucapan ini biasa kita dengar kalau kita berbelanja di toko, maka penjualnya biasa mengucapkan 어서 오세요 ( eoseo oseyo ) ” selamat datang ” kemudian mengucapkan “ 도와 드릴까요 ( mwol dowa deurilkkayo ) ” apa yang bisa saya bantu ” . Kemudian kitamenyampaikan kebutuhan apa yang mau kita beli. Dan untuk menyampaikan terima kasih bisa disampaikan dengan -많이 파세요 ( manhi paseyo ) artinya sebenarnya “menjual lah yang banyak ” atau juga 수고하세요. (sugo haseyo ) maksudnya terima kasih dan selamat bekerja dengan baik.
Daftar kata :

Senang Bertemu Dengan Mu = Mannaseo bangapseummnida
Saya Orang Indonesia = Indonesia saramimnida
Saya Belajar Bahasa Korea = Naneun hangugeoreul baeumnida
Maafkan Aku = Mian he
Mian hamnida
Kalian Dari Mana ? = Neo euideureun eodieseo wanni ?
Boleh, Silahkan = Ne, doemnida
Bagus Sekali = nomu  joseumnida
Oke = Jeoseumnida
Tidak = Anio
Iya = Ye,Ne
Tidak Pernah = Gyeolko animnida
Aku Mengerti = Algesseoyo,Arayo
Aku Nggak Tau = Mollayo
Ya, Ada = Ne, isseoyo
Siapa Nama Mu ? = Ireumi mwoyeyo?
Nama Ku Aliah Farhana Sofyan = Jeo neun Aliah Farhana Sofyan imnida
Apakah Ini ? = Ige mwoyeyo?
Sangat Cantik = Cham yeppeoyo
Nggak Apa-Apa = Goenchanayo
Baik-Baik Saja, Terima Kasih= Jal jinaemnida, gamsahamnida
Maaf, Tidak Tahu = Minhamnida, jal moreugesseumnida
Aku Suka Nasi Goreng = Jeoneun nasi gorengeul joahamnida
Halo = (Ucapan pembuka di telefon)Yeoboseyo…
Penyanyi : Gasu
Keluarga : Gajok
Masuk Angin : Gamgi
Polisi : Gyeongchal
Kucing : Goyangi
Teman : Chin gu
Teman  akrab : chine hanen chin gu
Telefon Umum : Gongjungjeonhwa
Bandara : Gonghang
Kue : Gwaja
Sepatu : Gudu
Seratus : Baek
Rumah Sakit : Byeongwon
Pulpen : Bolpen
Roti : Ppang
Toko Buku : Seojeom
Restoran : Sikdang
Indah : Areumdappda
Bayi : Agi
Pagi : Achim
Surat Kabar : Sinmun
Majalah : Japji
Anak – Anak : Eorini
Rumah  : Jip
Kopi : Kheopi
Taksi : Taeksi
Televisi  : Tellebijeon
Pesta : Pati
Hotel : Hotel
Kantor : Hoesa
Sekolah : Hakgyo
SD : Chodeunghakgyo
SMP : Junghakgyo
SMA : Godeunghakgyo
Murid SMA : Godeunghaksaeng
Universitas : Daehagyo
Laki – Laki  : Namja
Perempuan : Yeoja
Adik Lk. : Namdongsaeng
Adik Pr. : Yeodongsaeng

NAMA BULAN 

Januari              : Ilwol 
Februari            : Iwol
 
Maret                : Samwol
 
April                 : Sawol
Mei                   : Owol
 
Juni                  : Yuwol
 
Juli                   : Chilwol
 
Agustus            : Palwol
September        : Guwol
Oktober            : Siwol
November         : Sipilwol
Desember         : sipiwol

Nama Hari
Senin                : Wolyoil
Selasa              : Hwayoil
Rabu                : Suyoil
Kamis               : Mokyoil
Jum’at              : Geumyoil
Sabtu               : Toyoil
Minggu                         : Ilyoil
 



 Bilangan 


1 : iL
2 : i
3 : Sam
4 : Sa
5 : O
6 : Yuk
7 : Chil
8 : Pal
9 : Gu
10 : Sip
11 : Sip-iL
12 : Sip-i
13 : Sip-Sam
14 : Sip-Sa
15 : Sip-O
16 : Sip-Yuk
17 : Sip-Chil
18 : Sip-Pal
19 : Sip-Gu
20 : i-Sip
21 : i-Sip-il
50 : O-Sip
55 : O-Sip-O
100 : Baek
1.000 : Cheon
10.000 : Man
100.000 :Sip-Man
1.000.000 : Baek-Man
10.000.000 : Cheon-Man
100.000.000 : Eok



Kata ganti orang dalam bahasa Korea terdiri dari tiga (3) bagian yaitu :

1. a. Kata ganti orang secara umum

a. Saya - ( ) - Jo neun
b. Aku - ( ) - Na neun
c. Anda - ( ) - Tangsin eun
d. Kamu - ( ) - No neun
e. Dia (lk) - ( ) - Keu neun
f. Dia (pr) - ( ) - Keu nyo neun
g. Beliau - ( ) - Keu bun eun
h. Orang itu - ( ) - keu saram eun
i. Meraka - ( ) - Keu ne deul ( r ) eun
- ( ) - Ye ne deul ( r ) eun
j. Kalian - ( ) - Ni deul ( r ) eun
k. Kami / kita - ( ) - Uri neun

b. Kata ganti orang dalam keluarga dan diluar keluarga :

- Didalam keluarga
a. Ayah / bapak - / / - Aboji / Abonim / Appa
b. Bunda / Ibu - / / - Omoni / Omonim / Omma
c. Kakek - - Haraboji
d. Nenek - - Harmoni
e. Paman - f. - Samchon
g. Bibi - - Imo
h. Anak - - A I
i. Anak ( lk ) - - Adeul
j. Anak ( pr ) - - Ttal
k. Bayi - - Agi
l. Kakak ( lk ) - - Hyong ( sebutan untuk Lk-lk )
m. Kakak ( lk ) - - Oppa ( Sebutan untuk Pr – Lk )
n. Kakak ( pr ) - - Nuna ( Sebutan untuk Lk – Pr )
o. Kakak ( pr ) - - Onni ( Sebutan untuk Pr – Pr )
p. Adik ( lk ) - - Nam Tongseng
q. Adik ( pr ) - - Yo Tongseng
r. Keponakan - - Cokha
s. Sepupu - t. - Sachon
u. Orang tua - - Pumo
v. Cucu - - Sonja
w. Suami istri - - Pubu
x. Suami - - Namphyon
y. Istri - - Ane

2. Kata Ganti orang di luar keluarga

Bapak - / - Ajosi / Abonim
Ibu - / - Ajuma / Ajumoni
Kakak (lk) / Mas - - Hyong nim ( Panggilan Lk-Lk )
Kakak (Pr) / Mba - - Nu nim ( Panggilan Lk-Pr)
Kakak (lk)/ Mas - - Oppa ( panggilan pr-lk )
Kakak (pr) / Mba - - Oni ( Panggilan Pr-Pr)
Tuan - …… - …… ssi
Nona - …… / - …… yang / ssi
Nyonya - …… -……. Miseu
Anak Muda (lk) - - Conggak
Anak Perawan - - Agassi
Anda / Saudara - - Jane
Kekasih / Pacar - - Ein
Teman - - Chinggu
o. Perempuan - - Yoja ( Pr )
p. Laki-laki - - Namja ( Lk )

3. Kata Ganti Orang berdasarkan jabatan :

Guru - - Sonsengnim
Murid - - Hakseng
Profesor - - Kyosu nim
Instruktur - - Kyosa nim
Tenaga ahli - - Kisulca
Ahli - - Kisanim
Sopir - - Unjon kisa
Direktur - - Sajangnim
Wakil Direktur - - Busajangnim
General manager - - kwajangnim
Kepala mandor - - bujang nim
Kepala karyawan - - panjang nim
Kepala pengadaan - - chajang nim
Kepal operasional - - kongjangjang nim
Staff kantor - - Deri nim
Sekretaris - - Kyong r(n)i
Karyawan - - Hwe sa won


Mulai detik ini nih,,, ayooo praktekin aja deh dalam kegiatan sehari hari kalian, mulailah dari yang sederhana ok,,, bisa karna terbiasa kok ^_^

Smangaaaaattttttttttt !!!!!

By > Aliah farhana sofyan

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -