Sunday, 2 September 2012


Kepramukaan Pondok Pesantren Attaqwa Putra dipercayakan kembali menjadi salah satu utusan kab. Bekasi untuk kontingen Jawa Barat dalam rangka Perkemahan Pramuka santri Nusantara yang digelar di Bumi Perkemahan H. Mashudi atau lebih dikenal dengan Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jati Nangor Sumedang Jawa Barat,  yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 20 Juni 2009 yang diikuti oleh 6.000 santri dari 800 pesantren se-Indonesia, ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama dilaksanakan tanggal 11 hingga 14 September 2006, di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Event tingkat Nasional ini merupakan kerjasama antara Departemen Agama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Gugus depan kepramukaan Pondok Pesantren Attaqwa Putra dalam kegiatan Perkasa II ini mengirim satu sangga dan satu Pembina pendamping A. Sofyan, S. Sos. Adapun anggota sangganya adalah sebagai berikut: Eko Apriyanto, A. Daud, A. Syauqie Muharrom,  Imaduddin, Khotibul Umam, Minfadillah, A. Said Mubarok,  A. Hannani, Mahfudz, Radhitya Okvien.

Kegiatan Perkasa II ini dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (15/6). dalam sambutannya beliau mengatakan, Gerakan Pramuka di pondok pesantren perlu didukung oleh semua pihak sebagai bagian dari revitalisasi Gerakan Pramuka Nasional. 


"Pramuka Santri punya potensi dalam membangun karakter bangsa Indonesia serta mendukung terciptanya SDM yang tangguh, berdaya saing dan mempunyai keimanan dan ketakwaan yang kuat," kata Yudhoyono.


Tema perkemahan ini adalah Pramuka Santri Indonesia bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika. Adapun mottonya yaitu Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan.

Tema dan motto tersebut mengindikasikan bahwa Perkemahan Santri Nusantara berorientasi menghasilkan kaum santri yang tinggi semangat kebangsaannya, kokoh ikatan persatuan dan kesatuan indonesianya, serta tidak tergoyahkan tekad bela negaranya. Hal ini sejalan pula dengan revitalisasi gerakan pramuka yang dicanangkan presiden RI pada 14 Agustus 2006.

Itulah sebabnya pula, tidak hanya pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada kegiatan perkemahan ini. Kegiatan-kegiatan yang diagendakannya meliputi: pengenalan ilmu dan teknologi, pengenalan ilmu kesakaan, uji petualangan, teknik kepramukaan, dan pembekalan keterampilan.


Menteri Agama M Maftuh Basyuni menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 di Bumi Perkemahan Kiarapayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jabar, Sabtu (20/6). 


Penutupan kegiatan perkemahan ini ditandai dengan penanggalan lencana peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2009 serta pencabutan kapak Bhinneka Tunggal Ika.



Menteri Agama dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan Pramuka Santri di pondok-pondok pesantren di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menag menginstruksikan seluruh jajaran Kanwil Depag di daerah untuk menggarap dan mendorong optimalisasi Pramuka Santri sebagai salah satu potensi dalam meningkatkan peran sosial pesantren. 


"Perkemahan Pramuka Santri merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen membangun nilai patriotisme dan etos kerja yang tinggi namun tetap mengusung kesederhanaan," kata Maftuh Basyuni.

Prestasi yang diraih Pramuka Pon-Pes Attaqwa Putra adalah mendapatkan Juara 1 lomba MADING adapun prestasi yang dicapai dari Perkemahan Santri Nusantara 2009 antara lain pemecahan Rekor MURI kategori parade semaphore dengan peserta terbanyak (5.000 orang) serta tereksposnya seni dan budaya khas daerah. Selain itu, juga dilakukan penanaman 113 jenis pohon khas daerah yang dilakukan di Taman Bhinneka Tunggal Ika di kompleks Perkemahan Kiarapayung Jatinangor.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -