Sunday, 2 September 2012


kuliah tidak jauh berbeda dengan tempat kuliah yang berada di kairo, namun ada sedikit perbedaan tempat  saja, tempat perkuliahn di tanta dosen yang berada di depan dan para mahasiswa duduk dengan bangku yang berbentuk panjang. Dalam bemuamalah dengan para mahasiswa Mesir masih sangatlah baik, para mahasiswa Mesir yang sangatlah baik membantu para mahasiswa asing dalam menempuh belajar diMesir ini, karena mereka selalu memberikan informasi yang mereka dapat kepada para mahasiswa asing dan kita pun juga jangan terlalu malu untuk bertanya kepada para mahasiswa Mesir, karena jika kita baik kepada mereka kita pun akan mendapat perlakuan yang baik dari mereka.

DPD PPMI TANTA

Tanta sebagi salah satu tujuan para masisir untuk berkuliah di al azhar tanta memiliki wadah persatuan yaitu DPD PPMI Tanta yang telah eksis lebih dari 10 tahun.para mahasiswa tanta akrab dengan sebutan, Masita adalah singkatan dari mahasiswa tanta, maksudnya ialah para mahasiswa Indonesia yang berada di tanta, jumlah mahasiswa Indonesia yang berada di tanta pada saat ini berjumlah sekitar 131 orang, mereka berasal dari berbagi profinsi di Indonesia. Kantor secretariat DPD PPMI Tanta tidak terlalu jauh dari kuliah, yaitu berada di belakng kuliah tanta, yang berada di lantai lima, gedung tersbut diisi oleh para mahasiswa mesir dan juga disi oleh mahsiswa Indonesia.

DPD PPMI Tanta dalam memberikan pelayanan kepada masyaraktnya, memberikan program program yang mendidik kepada para mahasiswa tanta diantaranya ialah dengan mengadakan diskusi yang dilakukan setiap minggu tepatnya pada malam jumat slepas shalat magrib, yang di bebankan kepada dua badan otonom yaitu IMS dan IMU, forum diskusi ini dilakukan bergiliran antara fakultas Ushuludin dan Syarian setiap 2 minggu sekali. Dan kegiatn lainnya yaitu kegitan olah raga yang dilakukan setiap hari sabtu pagi yang bertempat di stadion tanta.

DPD PPMI Tanta dalam proses belajar, membrikan pula fasilitas belajar dengan Ustadz yang mengajr di kuliah Al Azhar Tanta, diantaranya ialah pengajian Hadits yang diisi oleh DR Abdullah nama kitabnya ialah Nuzhatul Muttaqin yang di laksanakan setiap senin malam selasa selepas salat isya, dan pengajian Fiqih oleh Ustadz Tohir Fakhron membaca kitab Fiqih Al bajuri yang dilaksankan setiap selepas ashar pada hari rabu.

KONDISI MASYARAKAT

Kebanyakan masyarakt tanta berada di wilayah suber bay, jarak antara rumah satu dengan yang lain tidaklah terlalu jauh, dan untuk memberikan informasi kepada kawan maupun untuk berziarah tidaklah terlalu sulit. Selain masyarkat yang tinggal di suber bay ada juga sebagian masyarakat yang berada di luar suber bay, yaitu di ma’rad, kubri qohafah, jumhuriyah, namun jumlah yang berada diluar tanta tidak sebanyak yang tinggal di Suber Bay.

Tempat tinggal yang dekat membuat rasa persaudaraan antar sesama orang Indonesia menjadi lebih akrab, rasa kekeluargaan masihlah terasa, terutama ketika diadakan acara yang bersifat besar para masyarkat tanta sangatlah antusias sekali dalam mengikuti acara yang diberikan ole DPD Tanta. Penduduk mesir yang berada di tanta sangatlah baik kepada masita, diantara salah satu kebaikan yang diberikan kepada masita ialah  di berikan sumbangan sembako yang diberikan setiap bulan kepda masita dan sembako ini sudah rutin dilkukan dari tahun- tahun sebelumnya, dan juga pemberian musaadah yang diberikan oleh Doctor Abdullah kepada masisir tanta pada bulan ramdhan yaitu dengan mengadakan buka bersama pada bualan Ramadhan dengan para mahasiswa asing yang berada di tanta.

Hubungan Baik Dengan Negara Tetangga

Dengan pergolakan yang memanas antara Indonesia dengan Malaysia tidaklah berpengaruh dengan hubungan perkawanan para masita dengan para mahasiswa asal Malaysia, persaudaraan masihlah tetap terus berjalan, dan para mahasiwa Malaysia pun ada diantara mereka yang masih memiliki hubungan persaudaraan dengan Indonesia, karena diantaram mereka ada yang masih berketurunan dari suku yang ada di Indonesia, diantaranya ialah suku jawa, suku bugis, dan lainnya.

Jumlah mahasiwa Malaysia yang menetap di tanta melebihi jumlah masita, mereka pada saat ini berjumlah sekitar 600 orang, yang berasal dari negeri yang berada di Malaysia. Mereka terkumpul dalam wadah PMRAM, kantor secretariat mereka berada di kawasan ma’rod, ditempat tersebutlah mereka mengadakan kegiatan kegiatan yang bersifat akademik dan juga pengajian pengajian.

Para  pelajar Malaysia yang berada di tanta kebanyakan diantara mereka ada  bermukim di kawasan suber bay, para pelajar Malaysia ada diantara mereka yang tinggal di imaroh yang berpenghuni seluruh pelajar Malaysia, dan sebagian yang lain tersebar tinggal di kawasan kota tanta, seperti di ma’rod kubri qohafah, jumhuriah, tanta scan dan sayyid nawi. Dengan populasi meraka yang banyak mereka pun tersebar di daerah- daerah tersebut, dan ada pula sebagian mahasiswa mahasiswi mereka yang berkuliah di kuliah kedokteran yang berada di tanta.

Selain mahasiswa Malaysia ada juga mahasiswa dari Thailand, namun jumlah merka tidaklah sebnayak jumlah mahasiwa Indonesia dan juga mahasiswa Thailand, sebagian mereka menetap tinggal dikairo, suasana persaudaraan begitu tersa ketika bulan puasa tiba, berbaurnya mahasiswa Indonesia , Malaysia dan Thailand sangatlah tersa persaudaraan sesama muslim.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -