Thursday, 1 May 2014

Written by: Bahlawi
Hidup adalah sesuatu yang membuat kita bingung pada arti sesungguhnya atau substansi kehidupan. Apakah kita sudah memenuhi semua kriteria dan substansi kehidupan yang Allah Swt. inginkan dan maksud.

Ketika kita berbicara tentang eksistensi royalitas, mungkin kita bisa mengatakan bahwa kita sudah termasuk golongan yang mempunyai hal tersebut. Ketika kita diberi amanat sebuah tugas atau pekerjaan, apakah kita sudah termasuk orang yang dapat menjalankan amanat tersebut. Memang kadangkala hal tersebut membuat kita jengkel dan berpikiran bahwa: buat apa ana memberikan tenaga  dan pikiran untuk organisasi atau orang lain, lebih baik ana urusin diri sendiri. Hal seperti inilah yang justru menjatuhkan diri sendiri, dan menghianati eksistensi penciptaan, bahwa manusia adalah makhluk zoon politican, yaitu manusia adalah makhluk social dan juga substansi manusia mempunyai derivasi makna yang cukup luas yang perlu kita kaji ulang dan pertanyakan kembali pada diri kita, bahwa apakah kita bisa disebut manusia atau malah kita termasuk makhluk yang tidak mempunyai legalitas makna. Dalam arti, kita lebih buruk dari binatang jika kita tidak mempunyai eksistensi royalitas.



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -