Archive for September 2014

Hembusan Penuh Cinta Dari Gurun Sahara

HEMBUSAN PENUH CINTA
DARI GURUN SAHARA
Oleh : Ahmad Naufal Hasan

            Belakangan ini bapak sering sakit-sakitan, usianya yang lebih dari  setengah abad membuat fisiknya lemah dan mudah terkena penyakit.
            Setahun yang lalu bapak terkena penyakit kuning (liper) walaupun hanya gejala akan tetapi sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit dan Alhamdulillah bapak sehat kembali, tubuhnya yang kurus akibat sakit sudah mulai berisi dan sudah beraktivitas seperti biasanya sebagai petani.
            Layaknya orang yang mau berangkat ke kantor atau ke tempat kerjanya dengan memakai pakaian dinas dan dasi yang tak pernah lepas dari putaran lehernya. Ia pun Setiap pagi memakai pakaian dinasnya pula. Baju dan celana berubah menguning kecoklat-coklatan akibat lumpur yang menempel lalu terjemur di badan, sesekali di cuci tapi  warnanya tetap tak berubah, tudung laksana gunung kawi yang selalu menaungi kepalanya biasa menyangkut di lehernya, begitu juga  tak lupa cangkul selalu menyertai di atas bahunya, dan sebotol air di pegangnya, sengatan terik matahari  sudah menjadi teman akrab yang selalu menyapa di kala  pagi datang hingga petang menjelang.
            Datanglah siang di iringi dengan berkumandangnya adzan dari kejauhan, lalu ucapnya Alhamdulillah sebagai rasa syukur kepada Allah yang memberikan segalanya di dunia ini, ucapnya yang lembut merasuk hingga kedalam rongga jiwa, menyejukkan tubuh yang gersang akibat sengatan terik matahari dari pagi hingga siang adzan berkumandang, sejuk hatinya bagai tersiram air pegunungan.
Friday, 19 September 2014
Tag :

Studi Hadits - Anjuran Menikah untuk Para Pemuda

قال  رسول الله صلى الله عليه وسلم ( يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء )

Hadis ini diriwayatkan dari Aimmat al-Hadits ( Imam Bukhari dalam Sohihnya, Imam Muslim dalam Sohihnya, Imam Abu Daud, Attirmidji, Annasa'i, Ibnu majah dalam Sunannya, Imam Ahmad dalam Musnadnya, Addarimi dalam Sunannya, Ibnu Hibban dalam Sohehnya, Attayalisi dalam Musnadnya, Attabhrani dalam tiga Mu'jamnya; al-Kabir, al-Ausath, Assaghir, Abu ya'la dalam Musnadnya, Sai'd ibnu Mansur dalam Sunannya, Abdur Rajaq dalam Musannafnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Musannafnya, Albaihaqi dalam Sunnan al-Kubranya).

Siapakah perawi hadis ini ?
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Alqomah ibnu Qois beliau adalah seorang diantara pembesar tabi’in (orang yang beriman dan melihat sahabat tapi tidak melihat Rasulullah Saw.) beliau lahir disaat Rasulullah Saw masih hidup tapi belum  sempat melihat Rasulullah Saw., beliau banyak meriwayatkan hadis dari Umar ibnu Khattab r.a, Usman r.a, Ali r.a, Hujaifah r.a, Abu Darda r.a, dan Abdullah ibn Mas'ud. Imam Ali ibnu Almadini berkata : orang yang paling tahu tentang Abdulah ibnu Mas'ud adalah Alqomah, Aswad, Ubaidah, dan haris. Dan Ibnu Mas'ud pun pernah berkata : tidak pernah aku membaca sesuatu dan mengajarkanya kecuali telah diketahui Alqomah dan Alqomah pun membacanya serta mengetahuinya. Diantara orang yang mengambil hadis darinya adalah Annukhi, Asya'bi, Salmah ibn Kuhail dan ibnu Sirin. Beliau meninggal setelah 60 th H. Ada yang mengatakan setelah 70 th H di Kufah. (baca maraji : Ruwât at-Tahjîb, al-Ishâbah fî Tamyij ash-Shahâbah, Tahjîb al-Kamâl, Tahjîb at-Tahjîb, Taqrîb at-Tahjîb, Ta'jîl al-Manfa’ah, Lisân al-Mijân, al-Kâsyif, at-Târîkh al-Kabîr, ats-Tsiqât karangan ibnu Hibban Tarikh bagdaad, ats-Tsiqah milik Alijli, al-Jarh wa at-Ta'dîl, at-Ta'dîl wa at-Tajrîh, al-Kâmil fî adh-Dhu’afâ’, Du’afâ’ aluqaili).

Popular Post

Total Pageviews

- Copyright © IKPMA Mesir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -